Mobil Tanpa Supir Bisa Dibajak Pakai Alat Seharga Rp 855.000
Senin, 07 September 2015 | 21:12 WIB
Pabrikan mobil asal Jerman, Audi memperkenalkan R8 e-tron versi terbaru mobil sport bertenaga listrik. Mobil ini bisa melaju tanpa perlu dikendarai oleh sopir. digitaltrends.com
Lidar memancarkan sinyak yang memantul kembali untuk mengetahui obyek tiga dimensi di sekitarnya. Dari berbagai uji coba, para pengembang mobil masa depan menganggap sistem ini yang terbaik. Sebelumnya, mereka mencoba berbagai sensor pada beberapa sisi mobil.
Namun, hanya perlu biaya $ 60 dolar atau Rp 855 ribu untuk mengacaukan sistem Lidar menggunakan alat seperti laser sederhana. Lidar bisa dengan gampang dikecoh untuk melihat orang, dinding atau obyek lain di sekitar.
Tidak hanya itu, peretas bisa dengan gampang membajak sistem mobil. Artinya, peretas ini bisa mengambil alih kendali berupa gas, rem atau setir dari jarak jauh. Peneliti dari Universitas Cork Jonathan Petit menyebutkan, penyerang bisa mengecoh mobil dari berbagai penjuru tanpa disadari pengendara. "Saya dapat menipu dengan menciptakan banyak benda di depan mobil," ujarnya, seperti dikutip The Guardian.
Petit rencananya memaparkan resiko itu pada konferensi pertahanan Black Hat di Eropa pada November nanti. Menurutnya, para produsen mobil masa depan itu harus banyak membenahi sistem keamanan.
Sejumlah produsen mobil dan perangkat lunak tengah mengembangkan sistem yang memungkinkan mobil dapat berjalan tanpa supir. Produsen itu di antaranya adalah Google, Lexus, Mercedes dan Audi.